Bingung banyak kegiatan ekskul yang ditawarin di sekolah, yang semuanya punya kelebihan masing-masing?? Ada olahraga, tari modern, band, tari tradisional, PMR, pramuka, pecinta alam, kegiatan ilmiah remaja (KIR), kegiatan rohani (rohis), dan lain-lain..

 Ayo dong, jangan bingung, yang penting kamu punya niatan dulu sama kegiatan yang bakal kamu pilih. Nah,, pastinya toh kamu sudah tahu minat kamu sendiri kan?? Nah, dari sini, kamu mulai aja gabung sama teman atau sohib, baik kakak kelas atau adik kelas yang punya hobi atau ketrampilan sama!

 Kamu harus ikutan latihan dengan serius. Minimal satu minggu sekali.

 Nongkrong atau hang out sama komunitas bareng teman satu geng kamu itu, bisa dilakukan. Nggak perlu takut atau khawatir, nggak ada pentingnya. Sebab, lewat nongkrong sama teman se-genk dan sehobi, bakal bisa ngimbangin bakat kamu. Iya dong, masa mau jadi anak band, nggak mau nongkrong bareng groupnya, kan nggak lucu?! Lewat nongkrong kamu bisa latihan serius dan mulai menciptakan hal-hal yang baru.

 Buat yang awalnya nggak punya hobi atau keahlian, nggak masalah!! Kamu bisa tetep ikutan ekskul. Toh, kamu bakal dilatih sama kakak kelas atau guru pembimbing. Eits,, tapi kamu jangan keasyikan di ekskul dan ninggalin pelajaran..

Tanggal 20 Mei 2008 dirayakan bangsa Indonesia sebagai 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Tokoh Dr Sotomo adalah penggagas organisasi pemuda Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908, yang menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia dan diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
 Latar Belakang.
Budi Utomo lahir dari berbagai pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan School tot Opleiding van Inlandsche Artsen oleh beberapa mahasiswa, antara lain: Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalau dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Para pejabar pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanya-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda.
Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa orang-orang lain mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan sendiri dan tidak mau mengajak, bahkan tidak menerima orang Jawa sesame penduduk Pulau Jawa untuk menjadi anggota perkumpulan yang eksklusif, seperti Tiong Hoa Hwee Koan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum pribumi, bahkan sebaliknya, merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil.
Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif, tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.

 Budi Utomo
Pada hari Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa “kaum tua”-lah yang harus memimpin Budi Utomo, sedangkan para pemuda sendiri akan manjadi motor yang akan menggerakkan organisasi itu.

Sepuluh tahun pertama Budi Utomo mengalami beberapa kali pergantian pemimpin organisasi. Kebanyakan memang para pemimpin berasal dari kalangan keraton, seperti Raden Adipati Tirtokoesoemo, bekas Bupati Karanganyar (presiden pertama Budi Utomo), dan Pangeran Ario Noto Dirodjo dari Keraton Pakualaman.
Budi Utomo mengalami fase perkembangan penting saat kepemimpinan Pangeran Noto Dirodjo. Saat itu, Douwes Dekker, seorang Indo-Belanda yang sangat properjuangan bangsa Indonesia, dengan terus terang mewujudkan kata ‘politik’ ke dalam tindakan yang nyata. Berkat pengaruhnyalah pengertian mengenai “tanah air Indonesia” makin lama makin bisa diterima dan masuk ke dalam pemahaman orang Jawa. Maka muncullah Indische Partij yang sudah lama dipersiapkan oleh Douwes Dekker melalui aksi persnya. Perkumpulan ini bersifat politik dan terbuka bagi semua orang Indonesia tanpa terkecuali. Baginya “tanah air” (Indonesia) adalah di atas segala-galanya.
Pada masa itu pula muncul Sarekat Islam, yang pada awalnya dimaksudkan sebagai suatu perhimpunan bagi para pedagang besar maupun kecil di Solo dengan anama Sarekat Dagang Islam, untuk saling memberi bantuan dan dukungan. Tidak beberapa lama, nama itu diubah oleh, antara lain: Tjokroaminoto, menjadi Sarekat Islam, yang bertujuan untuk mempersatukan semua orang Indonesia yang hidupnya tertindas oleh penjajahan. Sudah pasti keberadaan perkumpulan ini ditakuti oleh Belanda. Munculnya gerakan yang bersifat politik semacam itu rupanya yang menyebabkan Budi Utomo agak terdesak ke belakang. Kepemimpinan perjuangan orang Indonesia diambil alih oleh Sarekat Islam dan Indische Partij karena dalam arena politik Budi Utomo memang belum berpengalaman.
Karena gerakan politik perkumpulan-perkumpulan tersebut, makna nasionalisme makin dimengerti oleh kalangan luas. Ada beberapa kasus yang memperkuat makna tersebut. Ketika Pemerintah Hindia Belanda hendak merayakan ulang tahun kemerdekaan negerinya, dengan menggunakan uang orang Indonesia sebagai bantuan kepada pemerintah yang dipungut melalui pejabat pangreh praja bumi, misalnya: rakyat menjadi sangat marah.
Kemarahan itu mendorong Soewardi Surjaningrat (yang kemudian bernama Ki Hadjar Dewantara) untuk menulis sebuah artikel Als ik Nederlander was (Seandainya Saya Seorang Belanda), yang dimaksudkan sebagai suatu sindiran yang sangat pedas terhadap pihak Belanda. Tulisan itu pula yang menjebloskan dirinya bersama dua teman dan pembelanya, yaitu Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo ke penjara oleh Pemerintah Hindia Belanda. Namun, sejak itu Budi Utomo tampil sebagai motor politik di dalam pergerakan orang-orang pribumi.

Sumber : wikipedia-dq

“Cekikikan”

Rem Blong..

Anggota pemadam kebakaran di kampung yang padat penghuni di Jakarta berhasil memadamkan api, saat si jago merah itu mengamuk. Maka, sang anak buah pun melaporkan ke sang komandan kalau tugas berat sudah selesai..
Petugas : “Lapor Pak, semua beres! Api sudah dipadamkan”.
Pemimpin : “Selamat,, anda bertugas dengan baik”.
Petugas : “Tapi Pak.. mobil pemadam kebakarannya terpaksa kebakar”.
Pemimpin : “Lhoh, kenapa mobilnya dimasukkan api???”
Petugas : “Terpaksa Pak, remnya blong. Jadi meluncur kea pi deh!”


Buah N

Ucil, bocah usia tiga tahun lagi main tebak-tebakkan sama Ipung, kakaknya yang sudah kelas 1 SD. Ucil, selain lucu juga tukang ngotot, nggak mau kalah (yah,,namanya juga anak-anak).
“Kak, coba sebutin buah-buahan yang huruf depannya pakai huruf N,” kata Ucil.
Sang kakak pun menjawab, “Ah gampang.. Nanas, nangka, uhhmmm..”
“Ugh, gitu aja nggak tahu!! Nanas, nangka, nambutan, nderuk, ndapel, ndondong, nduku, dan…,” kata Ucil.
“Udah, udah, dasar ngawur!! Bukan nambutan, tapi rambutan, bukan ndondong, tapi dondong, bukan nderuk, tapi jeruk, dasar cedal,” kata Ipung ngotot.

Salatiga, 9 Juni 2008
Wasana Warsa 2008 SMA Negeri 2 Salatiga yang dilangsungkan hari Sabtu, 7 Juni 2008 di Graha Sarwa Guna SMA Negeri 2 Salatiga berjalan dengan sukses. Dimulai pada pukul 08.00 WIB, Siswa melakukan kirab per kelas dan melakukan foto bersama dengan wali kelas dan kepala sekolah. Dimulai kelas XII IS 4, IS 3, IS2, IS1, IB1, IA3, IA2 dan IA 1. Diawali dengan penari Gambyong dan Bendera SMA 2, Bendera OSIS dan Sang Saka Merah Putih.
Setelah semua siswa kelas XII duduk dilanjutkan dengan tari Gambyong yang ditarikan oleh Shinta dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta bersama-sama dengan seluruh Hadirin. Kemudian Doa pun dipanjatkan oleh Drs. Waqof.
Acara yang juga dihadiri oleh Kasubdin Dikmen Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Drs. Zaenuri, MPd. ini kemudian dilanjutkan dengan Sambutan-sambutan.
Pada sambutan pertama Ketua Panitia, Sri Subekti, SPd. menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara Wasana Warsa tersebut. Pada sambutan kedua dari Kepala SMA 2, Drs. Purwanto, menyerahkan siswa-siswi SMA Negeri 2 Salatiga kelas XII kepada Ketua Komite Sekolah, selaku wakil orang tua siswa di sekolah. Setelah kedua sambutan tersebut Kepala Sekolah dengan resmi menyerahkan siswa-siswi kelas XII dengan menandatangani Berita Acara Penyerahan dan diterima oleh Komite Sekolah. Pelepasan Jaket Almamater dilakukan sebagai tanda bahwa para siswa kelas XII secara resmi tidak lagi menjadi asuhan sekolah.
Pada kesempatan itu pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang diwakili oleh Kasub Dikmen, Drs. Zaenuri, MPd. memberikan sambutan yang antara lain bahwa UN juga merupakan beban Dinas Pendidikan karena mentargetkan 90% kelulusan dan beliau juga memuji kualitas Grup Band SMA Negeri 2 yang sudah seperti band yang profesional.
Sebelumnya sebuah Lagu didendangkan oleh Novi, Immortal demikian
judulnya. Dengan suara yang indah dan mendayu menambah semarak suasana
Wasana Warsa.
Pada kesempatan Wasana-Warsa tersebut SMA Negeri 2 Salatiga memberikan penghargaan kepada para siswa yang telah ikut serta mengharumkan nama sekolah. Diberikan kepada 81 siswa atas dedikasinya dalam berbagai kegiatan sekolah maupun lomba-lomba, baik OSIS maupun yang lain.
Selain itu juga diumumkan juga para siswa yang telah diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta oleh Dra. Sri Sawatri (Koordinator BK).
Tak kalah hebohnya, tampil Paduan Suara SMA Negeri 2 Salatiga dengan 3 buah lagu: Mars SMA Negeri 2 Salatiga, Hymne Guru dan Sebelum Kau Pergi. Diikuti dengan Vocal Group dari Japan’s Club SMA 2 dengan lagu “The Right Combination” dengan pakaian khas je[pangnya. Juga grup band Flinstone yang dimotori oleh Berry Megananda, siswa kelas XII Bahasa, dengan 3 buah lagu dari D’Massive.
Tidak mau kalah Group Accoustic SSSt (Sigit, Suratno, Soni) ikut tampil meski agak ketinggian ambil nadanya menampilkan sebuah lagu dari Bread berjudul ‘Aubrey’.
Akhirnya acara ditutup oleh Band Siswa “Liberty and The Beast” (ayak-ayak wae).

(Laa Tahzan (Jangan Bersedih) – Dr. ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarni)

Membuka kembali ingatan masa lalu dan upaya berinteraksi dengannnya untuk menghadirkannya kembali serta kembali menangisi tragedi-tragedinya merupakan tindakan yang bodoh lagi gila, sama dengan memupuskan harapan dan menyia-nyiakan kehidupan yang sedang dijalani. Sesungguhnya arsip masa lalu bagi orang-orang yang berakal sudah ditutup dan tidak akan dibuka kembali. Ia telah dimasukkan untuk selamanya di dalam kerangkeng yang dilupakan, diikat dengan tali yang kuat di dalam penjara yang diabaikan sehingga tidak bakal bebas untuk selamanya, dan telah dikunci rapat-rapat di dalam bunker sehingga tidak bakal melihat cahaya kembali. Masa lalu telah berlalu dan habis waktunya; kesedihan tidak dapat mengembalikannya; kesusahan tidak dapat memperbaikinya; kegelisahan tidak dapat meluruskannya; dan kekeruhan tidak bakal menghidupkannya kembali, karena semuanya telah tiada. Jangan biarkan diri Anda hidup dalam bayangan mimpi buruk masa lau yang menyekap diri Anda di bawah naungannya. Selamatkan diri Anda dari bayangan menakutkan masa lalu. Apakah Anda bermaksud mengembalikan arus sungai ke hulunya, matahari ke tempat terbitnya, bayi ke perut ibunya, air susu ke teteknya, dan mengembalikan air mata ke dalam rongganya? Sesungguhnya interaksi Anda dengan masa lalu, kegelisahan Anda karenanya, serta sikap Anda membiarkan diri terpanggang oleh apinya dan melemparkan di depan pintunya, merupakan sikap yang sangat tragis, mengerikan, menakutkan, lagi mengejutkan.
Membuka kembali lembaran masa silam sama halnya dengan menyia-nyiakan masa kini, mencbik-cabik jerih payahnya, dan meledakkan semua yang dilakukan saat sekarang. Allah menyebutkan perihal umat-umat terdahulu dan apa-apa yang telah dilakukan oleh mereka, kemudian berfirman:” Itulah umat yang telah lalu.QS. 2:134”. Sesudah itu selesai kisahnya dan habis, tiada gunanya membedah kembali bangkai masa silam atau membalikkan putaran roda sejarah ke belakang.
Sesungguhnya orang yang kembali ke masa lalu sama halnya dengan menggiling kembali tepung yang memang telah menjadi tepung atau seperti orang yang menggergaji serbuk yang memang telah menjadi serbuk. Dahulu orang-orang mengatakan kepada seseorang yang menangisi masa lalu: “Jangan Anda coba membangkitkan orang yang telah mati dari kuburnya.” Seorang penulis (‘Abdullah bin Muqaffa’ dalam bukunya Kalilah Wa Dimnah) menceritakan percakapan antara sesama hewan. Para hewan bertanya kepada keledai: “Mengapa kamu tidak mau menggaru lahan pertanian?” (Mengapa kamu tidak mau mengungkit masa lalu?” Keledai menjawab: “Aku tidak suka berbohong.”
Sesungguhnya bencana yang menimpa kita adalah karena kita tidak berdaya menghadapi masa sekarang dan kita hanya sibuk dengan masa lalu: kita bengkalaikan istana-istana kita yang indah-indah, lalu kita ratapi puing-puing masa silam yang telah ditinggalkan. Sesungguhnya jika seluruh manusia dan jin bersatu padu untuk mengembalikan masa lalu, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya, karena hal itu sama dengan melakukan suatu kemustahilan.
Sesungguhnya manusia yang waras tidak akan memandang ke arah belakang. Mereka tidak akan memandang ke arah belakang. Mereka tidak bakal menoleh ke arahnya, karena angin bertiup ke arah depan; air mengalir ke arah muara; dan kafilah berjalan ke depan. Oleh karena itu, janganlah Anda coba-coba menentang hukum alam dalam kehidupan ini.

Pengumuman Kelulusan Tahun 2008 akan disampaikan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Juni 2008
J a m : 10.00 WIB
Tempat : SMA Negeri 2 (Masing-masing Kelas)
Syarat pengambilan :

  1. Diambil orang tua (siswa dilarang ke sekolah)
  2. BEBAS ADMINISTRASI
    1. Uang Sekolah (SPP)
    2. Uang Komite Sekolah
    3. Koperasi (Buku dan LKS)
    4. Bebas Perpus (Sudah Mengembalikan Semua Buku
    5. Uang Wasana Warsa

Apabila ada perubahan akan diberitahukan kemudian.

Selasa, 27 Mei 2008.

Siswa-siswi SMA Negeri 2 Salatiga sebanyak  160 orang dan didampingi oleh 16 orang guru melakukan Study Tour ke Semarang. Adapun obyek yang dikunjungi adalah pabrik Teh Botol Sosro, Museum Jawa Tengah, Kuil Sam Po Kong, Masjid Agung Jateng dan terakhir Pusat Perbelanjaan Simpang Lima.

Berangkat dari SMA 2 Salatiga jam 08.00 dan sampai di Pabrik Teh Botol Sosro pukul 09.00. Di Sosro disambut dengan gembira oleh petugas di sana dan diberikan minum Teh Botol Sosro. Selanjutnya melakukan foto bersama dan diajak keliling pabrik termasuk melihat proses produksi dan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

fotr bersamaKesan pertama ketika memasuki kompleks pabrik Sosro seperti masuk ke sebuah obyek wisata karena jalan masuknya yang rimbun dan hijau dikelilingi oleh pemandangan yang indah. Para siswa dengan sangat antusias mendengarkan dan menyaksikan penjelasan mengenai proses produksi teh Sosro yang alami.

Setelah puas dengan penyambutan Sosro perjalanan dilanjutkan ke Museum Ronggowarsito atau Museum Jawa Tengah. Melihat perjalanan sejarah mulai dari masa purba sampai masa pembangunan.

memasuki museum jateng

Pada pukul 13.00 rombongan melanjutkan perjalanan makan siang di Wisma Mira di Jl. Kelud dan kemudian mengunjungi Kuil Sam Po Kong di Kedung Batu. Melihat-lihat kuil dengan nuansa merah dan kuning.

berpose di sampokong

Perjalanan pun dilanjutkan kembali ke Masjid terbesar di Jawa Tengah yaitu Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jl. Gajah Semarang. Naik ke Menara dan melihat pemandangan kota Semarang dari atas menara adalah pemandangan yang menakjubkan. Tidak lupa melaksanakan sholat Ashar dan berdoa.

pak giono berdoa

Setelah melaksanakan sholat maghrib, perjalanan dilanjutkan ke Pusa perbelanjaan Simpang Lima Semarang.

Pukul 20.30 berangkat pulang ke SMA 2 Salatiga.

Lokakarya SKM 26052008

Siswa melalui SKM bisa membuat keputusan untuk diri sendiri, merancang masa depannya sesuai dengan kebutuhan pribadinya.
peluang bagi siswa:
menentukan jumlah mata pelajaran yang diambil
menentukan jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya

Perangkat2 yang diperlukan Sistem Pembelajaran yang Mandiri
(SKS, Moving Class)

Sistem pembelajaran Mandiri maka SKS – Kelompok2

Rambu-rambu
Target tahun pertama:
• Kerangka SKM itu apa?
• ISI – managemen dan organisasi
• Perangkat-perangkat pendukung
• Bimbingan karir

Target Tahun Kedua:
• Melengkapi kerangka SKM

Tahun ke 3
• Uji Coba untuk menyempurnakan dan memantapkan
• Apa yang diuji coba (mapel atau kelas)

Tahun ke 4
Pelaksanaan

Dibutuhkan: Komitmen (tekad dan janji) seluruh komponen sekolah.

RAMBU-RAMBU PENYIAPAN RINTISAN SKM
1. Langkah dan lingkup persiapan SKM
2. Program Pengembangan SKS dan moving class
• a. organisasi dan managemen SKM
• b. pembrlajaran berbasis tik dan remidial
• c. program bimbingan berbbasis motivasi / karier
3. Perangkat SKMorganisasi dan managemen SKM
• a. struktur organisasi SKM
• b. peraturan penyelenggaraan administrasi (akademik, keuangan, pendukung, katalog, dls)
• c. pedoman penyelenggaraan program: pembelajaran berbasis TIK dan remidial
• d. panduan dan paket pembelajaran : paket modul (konvensional, dan berbasis TIK)
• e. pedoman bimbingan karier

RAMBU-RAMBU SEKOLAH KATEGORI MANDIRI
adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan :
1. pencapaian tujuan pendidikan
2. mengembangkan potensi peserta didik
3. kualitas lulusan

DUKUNGAN INTERNAL
• kinerja sekolah
• kurikulum
• pedoman dan panduan pelaksanaan
• kesiapan sekolah
• kesiapan sumber daya manusia
• ketersediaan fasilitas ruang dan sarana lainnya

DUKUNGAN EKSTERNAL
• komite sekolah
• oranag tua murid
• dinas pendidikan kota secara tertulis (kebijakan dan fasilitas/pembiayaan)
• tenaga pendamping/nara sumber dalam keseluruhan proses pengembangan dan pelaksanaan SKM

SKS
1. dasar hukum
• PP no. 19 2005 pasal 11 (3) : beban belajar untuk sekolah dinyatakan dalam satuan kredit semester
2. dasar pemikiran
• kecepatan belajar tidak sama
• potensi siswa tidak sama
• minat siswa terhadap mapel tidak sama
• siswa akan suskses bila belajar sesuai potensi dan minatnya
• siswa dapat menyelesaikan studi selama 5 semester dan bisa lebih dari 6 semester
3. SKS adalah pengharganan beban studi murid, kerja guru dan penyelenggaraan pendidikan yang dinyatakan dalam kredit (satuan/unit yang menyatakan isi suatu mata pelajaran / beban kerja secara kuantitatif)

4. Konsep SKS
• sistem kredit sistem penyelenggaraan pendidikan peserta didik menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran
• jumlah beban SKS : 120 – 135 SKS dengan cara mengkonversi SKL, Sk, KD ke dalam alokasi beban pembelajaran

5. Rambu penrapaan SKS
• alokasi per 1 sks
• teori : tatap muka 45 ” dan terstruktur + mandiri 25 :
• praktik : bekerja di lab 2 s/d 3 jam

6. STRUKTUR KURIKULUM
• mapel pokok
• mapel pilihan
∘ bebas
∘ paket
‣ program akademik
‣ program profesional/politeknik (non gelar)
7. Pengaturan beban SKS dan mata pelajaran
• semester 1-11 : 20 SKS/SMT
• semester iii – iv : 20 SKS/SMT
• semester v – vi : 20 SKS/SMT

8. Alokasi beban belajar
• lambat : 16 SKS (3,5 – 4 tahun)
• sedang: 20 SKS ( 3 tahun)
• cepat : 24 SKS (2,5 tahun)

9. Sistem pembelajaran
• tatapmuka, terstruktur dan mandiri
• ada program remidial (modul dan paket)
• sistem pindah (moving class) dan pembelajaran berbasis TIK

10. sistem penilaian
• bentuk : tugas. ujian
• kriteria : E-A
• grade/skala : 0-4 ( batas kelulusan : 2)

MOVING CLASS
sistem pembelajarann dimana sisswa mendatangi guru/kelas sebagai konsekuensi dari SKS
konsekuensinya :
penanggung jawab akademik
tim pengembang administrasi berbbasis TIK (bag registrasi dan adm)
tim pengelola moving class

7 Alasan Mengapa Indonesia Harus Mengadopsi Free/Open Source Software (FOSS) dari kacamata seorang GURU dari bayumobile.wordpress.com

Negara yang maju adalah negara yang rakyatnya maju pula dalam beberapa hal, maju dalam pemikiran, maju dlm pendidikan dll. nah atas dasar itu saya berpendapat replika program memajukan negara ada di dunia pendidikan. oleh karena itu saya akan mengemukakan pendapat saya sebagai seorang guru dalam menyikapi pentingnya FOSS diterapkan di Indonesia.

Pertama, Sekolah adalah sebuah institusi yang mengajarkan moral kepada siswa/i-nya. Gimana bisa dikatakan bermoral jika siswa/I termasuk gurunya adalah seorang pembajak (menggunakan software bajakan) karena saya yakin gaji guru gak akan cukup untuk beli software yang berlisensi). Nah solusinya segeralah beralih ke FOSS supaya kita para guru lebih mantap untuk mengajarkan tentang norma, etika dan moral tentunya.

Kedua, Administrasi di sekolah merupakan hal penting, riwayat siswa serta nilai mata pelajaran harus terdokumentasikan dengan baik dan AMAN. Coba bayangkan saat mau cetak raport ternyata harus dipending karena komputer di ruang administrasi terkena virus!!! Sehingga anak2 harus ulangan kembali, bisa hancur tuh sekolah diserbu sama siswa/I-nya. Coba pake linux kejadian seperti itu tidak akan terjadi.

Ketiga, dengan FOSS sekolah dapat menghemat biaya. Setahu saya, walaupun di negara-negara yang paling kaya sekalipun, sekolah-sekolah selalu kekurangan dana. Ingat open source memberikan kebebasan untuk meniru dan mendistribusikan kembali perangkat lunak sehingga sekolah dapat memakai aplikasi ini di semua komputer yang mereka miliki tanpa harus takut di ‘gerebek’. Dan jika FOSS ini diterapkan dinegara berkembang dan dinegara miskin, maka dapat membantu pemerintah untuk memodernisasi pendidikan tanpa biaya yang teramat mahal. catatan: buat sekolah/instansi pendidikan yang selama ini membayar lisensi micosoft coba deh migrasi ke FOSS trus dana untuk lisensi relokasikan untuk pogram subsidi pendidikan contoh program beasiswa bagi siswa/i cerdas namun miskin, saya rasa itu akan lebih bermanfaat.

Keempat, Sekolah-sekolah seharusnya mengajari siswa/I-nya filosofi hidup bebas tanpa ketergantungan. Mereka seharusnya mempromosikan pemakaian FOSS sebagaimana mereka mempromosikan “Anti Narkoba dan Anti Free Sex” pada sekolahnya. Apabila sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi open source kepada siswa/i, maka siswa/I tsb akan menggunakan aplikasi open source setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi Perusahaan Raksasa Teknologi tertentu. Perusahaan-perusahaan ini memberikan sampel gratis kepada sekolah dengan alasan yang sama dengan perusahaan rokok yang mendistribusikan rokok gratis, untuk membuat anak-anak kecanduan. Nah setelah kecanduan dan tergantung eh.. mereka tidak akan memberikan diskon lagi dan karena terlanjur menjadi ketergantungan maka dengan terpaksa kita terus menerus harus membayar. Jadi jika dilihat saat ini banyak dari kita yang tanpa sadar sudah menjadi seperti pemakai narkoba yang kecanduan dan harus membayar walaupun mahal. Jadi mulai sekarang harusnya di tiap sekolah mempunyai spanduk yang bertuliskan “Narkoba…NO, Free Sex…NO, Free Open Source Software…YES”

Kelima, FOSS memungkinkan pemakai untuk belajar cara kerja perangkat lunak. Saat siswa/i mencapai usia remaja, sebagian dari mereka ingin belajar semua yang ada di dalam komputer dan aplikasi yang mereka gunakan. Ini adalah usia di mana siswa/i yang akan menjadi programmer handal belajar. Untuk belajar menulis kode program dengan baik, siswa/i perlu membaca banyak kode program dan menulis banyak kode program. Mereka perlu mengerti program sebenarnya yang dipakai orang. Mereka akan sangat tertarik membaca source code yang mengoperasikan program yang mereka gunakan setiap hari. Aplikasi selain FOSS mencegah siswa/i yang haus ilmu dengan seolah-olah mengatakan “ilmu yang anda inginkan adalah rahasia, tidak boleh dipelajari apalagi di ubah!” sedangkan FOSS mendorong semua orang untuk belajar. Sekolah-sekolah yang menggunakan aplikasi open source memungkinkan siswa/i yang berbakat programming untuk menyalurkan bakatnya.

Keenam, jika sekolah menerapkan FOSS secara tidak langsung sudah memberi teladan tentang bagaimana prinsip berbagi dengan sesama dalam kehidupan. Selama ini sekolah selalu mengajarkan bagaimana ilmu yang kita punya apalagi jika sudah terealisasi dalam sebuah karya haruslah dapat dinikmati dan bermanfaat untuk masyarakat. Tentunya, sekolah harus mempraktekkan apa yang diajarkan, semua aplikasi yang dipakai di sekolah harus tersedia kepada murid untuk dipakai, dibawa pulang dan dibagikan ke orang lain.

Ketujuh, ini yang terakhir namun terpenting. Selama ini siswa/i kita diajarkan bagaimana mengisi kemerdekaan dengan berkarya sebaik-baiknya di semua bidang kehidupan. Oke lah dibeberapa bidang kita memang telah merdeka, namun dalam bidang teknologi kita masih TERJAJAH. Jadi bagaimana siswa/I kita bisa mengisi kemerdekaan di bidang teknologi jika selama ini kita belum merdeka dalam artian bebas membuat dan memodifikasi software/program sesuai keinginan kita. Tanpa harus izin dan bayar kepada pihak lain. Berikut ini adalah postingan saya di forum DIKMENUM beberapa waktu lalu tentang himbauan migrasi ke open source, silahkan klik: forum dikmenum


Bu Sri Muryani (Dra, MM) sedang memberikan materi tentang Apa itu SKM.


Mumpung ada kesempatan foto…..

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »