7 Alasan Mengapa Indonesia Harus Mengadopsi Free/Open Source Software (FOSS) dari kacamata seorang GURU dari bayumobile.wordpress.com

Negara yang maju adalah negara yang rakyatnya maju pula dalam beberapa hal, maju dalam pemikiran, maju dlm pendidikan dll. nah atas dasar itu saya berpendapat replika program memajukan negara ada di dunia pendidikan. oleh karena itu saya akan mengemukakan pendapat saya sebagai seorang guru dalam menyikapi pentingnya FOSS diterapkan di Indonesia.

Pertama, Sekolah adalah sebuah institusi yang mengajarkan moral kepada siswa/i-nya. Gimana bisa dikatakan bermoral jika siswa/I termasuk gurunya adalah seorang pembajak (menggunakan software bajakan) karena saya yakin gaji guru gak akan cukup untuk beli software yang berlisensi). Nah solusinya segeralah beralih ke FOSS supaya kita para guru lebih mantap untuk mengajarkan tentang norma, etika dan moral tentunya.

Kedua, Administrasi di sekolah merupakan hal penting, riwayat siswa serta nilai mata pelajaran harus terdokumentasikan dengan baik dan AMAN. Coba bayangkan saat mau cetak raport ternyata harus dipending karena komputer di ruang administrasi terkena virus!!! Sehingga anak2 harus ulangan kembali, bisa hancur tuh sekolah diserbu sama siswa/I-nya. Coba pake linux kejadian seperti itu tidak akan terjadi.

Ketiga, dengan FOSS sekolah dapat menghemat biaya. Setahu saya, walaupun di negara-negara yang paling kaya sekalipun, sekolah-sekolah selalu kekurangan dana. Ingat open source memberikan kebebasan untuk meniru dan mendistribusikan kembali perangkat lunak sehingga sekolah dapat memakai aplikasi ini di semua komputer yang mereka miliki tanpa harus takut di ‘gerebek’. Dan jika FOSS ini diterapkan dinegara berkembang dan dinegara miskin, maka dapat membantu pemerintah untuk memodernisasi pendidikan tanpa biaya yang teramat mahal. catatan: buat sekolah/instansi pendidikan yang selama ini membayar lisensi micosoft coba deh migrasi ke FOSS trus dana untuk lisensi relokasikan untuk pogram subsidi pendidikan contoh program beasiswa bagi siswa/i cerdas namun miskin, saya rasa itu akan lebih bermanfaat.

Keempat, Sekolah-sekolah seharusnya mengajari siswa/I-nya filosofi hidup bebas tanpa ketergantungan. Mereka seharusnya mempromosikan pemakaian FOSS sebagaimana mereka mempromosikan “Anti Narkoba dan Anti Free Sex” pada sekolahnya. Apabila sekolah mengajarkan pemakaian aplikasi open source kepada siswa/i, maka siswa/I tsb akan menggunakan aplikasi open source setelah mereka lulus. Hal ini akan membantu masyarakat secara keseluruhan untuk lepas dari dominasi Perusahaan Raksasa Teknologi tertentu. Perusahaan-perusahaan ini memberikan sampel gratis kepada sekolah dengan alasan yang sama dengan perusahaan rokok yang mendistribusikan rokok gratis, untuk membuat anak-anak kecanduan. Nah setelah kecanduan dan tergantung eh.. mereka tidak akan memberikan diskon lagi dan karena terlanjur menjadi ketergantungan maka dengan terpaksa kita terus menerus harus membayar. Jadi jika dilihat saat ini banyak dari kita yang tanpa sadar sudah menjadi seperti pemakai narkoba yang kecanduan dan harus membayar walaupun mahal. Jadi mulai sekarang harusnya di tiap sekolah mempunyai spanduk yang bertuliskan “Narkoba…NO, Free Sex…NO, Free Open Source Software…YES”

Kelima, FOSS memungkinkan pemakai untuk belajar cara kerja perangkat lunak. Saat siswa/i mencapai usia remaja, sebagian dari mereka ingin belajar semua yang ada di dalam komputer dan aplikasi yang mereka gunakan. Ini adalah usia di mana siswa/i yang akan menjadi programmer handal belajar. Untuk belajar menulis kode program dengan baik, siswa/i perlu membaca banyak kode program dan menulis banyak kode program. Mereka perlu mengerti program sebenarnya yang dipakai orang. Mereka akan sangat tertarik membaca source code yang mengoperasikan program yang mereka gunakan setiap hari. Aplikasi selain FOSS mencegah siswa/i yang haus ilmu dengan seolah-olah mengatakan “ilmu yang anda inginkan adalah rahasia, tidak boleh dipelajari apalagi di ubah!” sedangkan FOSS mendorong semua orang untuk belajar. Sekolah-sekolah yang menggunakan aplikasi open source memungkinkan siswa/i yang berbakat programming untuk menyalurkan bakatnya.

Keenam, jika sekolah menerapkan FOSS secara tidak langsung sudah memberi teladan tentang bagaimana prinsip berbagi dengan sesama dalam kehidupan. Selama ini sekolah selalu mengajarkan bagaimana ilmu yang kita punya apalagi jika sudah terealisasi dalam sebuah karya haruslah dapat dinikmati dan bermanfaat untuk masyarakat. Tentunya, sekolah harus mempraktekkan apa yang diajarkan, semua aplikasi yang dipakai di sekolah harus tersedia kepada murid untuk dipakai, dibawa pulang dan dibagikan ke orang lain.

Ketujuh, ini yang terakhir namun terpenting. Selama ini siswa/i kita diajarkan bagaimana mengisi kemerdekaan dengan berkarya sebaik-baiknya di semua bidang kehidupan. Oke lah dibeberapa bidang kita memang telah merdeka, namun dalam bidang teknologi kita masih TERJAJAH. Jadi bagaimana siswa/I kita bisa mengisi kemerdekaan di bidang teknologi jika selama ini kita belum merdeka dalam artian bebas membuat dan memodifikasi software/program sesuai keinginan kita. Tanpa harus izin dan bayar kepada pihak lain. Berikut ini adalah postingan saya di forum DIKMENUM beberapa waktu lalu tentang himbauan migrasi ke open source, silahkan klik: forum dikmenum