Lokakarya SKM 26052008

Siswa melalui SKM bisa membuat keputusan untuk diri sendiri, merancang masa depannya sesuai dengan kebutuhan pribadinya.
peluang bagi siswa:
menentukan jumlah mata pelajaran yang diambil
menentukan jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya

Perangkat2 yang diperlukan Sistem Pembelajaran yang Mandiri
(SKS, Moving Class)

Sistem pembelajaran Mandiri maka SKS – Kelompok2

Rambu-rambu
Target tahun pertama:
• Kerangka SKM itu apa?
• ISI – managemen dan organisasi
• Perangkat-perangkat pendukung
• Bimbingan karir

Target Tahun Kedua:
• Melengkapi kerangka SKM

Tahun ke 3
• Uji Coba untuk menyempurnakan dan memantapkan
• Apa yang diuji coba (mapel atau kelas)

Tahun ke 4
Pelaksanaan

Dibutuhkan: Komitmen (tekad dan janji) seluruh komponen sekolah.

RAMBU-RAMBU PENYIAPAN RINTISAN SKM
1. Langkah dan lingkup persiapan SKM
2. Program Pengembangan SKS dan moving class
• a. organisasi dan managemen SKM
• b. pembrlajaran berbasis tik dan remidial
• c. program bimbingan berbbasis motivasi / karier
3. Perangkat SKMorganisasi dan managemen SKM
• a. struktur organisasi SKM
• b. peraturan penyelenggaraan administrasi (akademik, keuangan, pendukung, katalog, dls)
• c. pedoman penyelenggaraan program: pembelajaran berbasis TIK dan remidial
• d. panduan dan paket pembelajaran : paket modul (konvensional, dan berbasis TIK)
• e. pedoman bimbingan karier

RAMBU-RAMBU SEKOLAH KATEGORI MANDIRI
adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan :
1. pencapaian tujuan pendidikan
2. mengembangkan potensi peserta didik
3. kualitas lulusan

DUKUNGAN INTERNAL
• kinerja sekolah
• kurikulum
• pedoman dan panduan pelaksanaan
• kesiapan sekolah
• kesiapan sumber daya manusia
• ketersediaan fasilitas ruang dan sarana lainnya

DUKUNGAN EKSTERNAL
• komite sekolah
• oranag tua murid
• dinas pendidikan kota secara tertulis (kebijakan dan fasilitas/pembiayaan)
• tenaga pendamping/nara sumber dalam keseluruhan proses pengembangan dan pelaksanaan SKM

SKS
1. dasar hukum
• PP no. 19 2005 pasal 11 (3) : beban belajar untuk sekolah dinyatakan dalam satuan kredit semester
2. dasar pemikiran
• kecepatan belajar tidak sama
• potensi siswa tidak sama
• minat siswa terhadap mapel tidak sama
• siswa akan suskses bila belajar sesuai potensi dan minatnya
• siswa dapat menyelesaikan studi selama 5 semester dan bisa lebih dari 6 semester
3. SKS adalah pengharganan beban studi murid, kerja guru dan penyelenggaraan pendidikan yang dinyatakan dalam kredit (satuan/unit yang menyatakan isi suatu mata pelajaran / beban kerja secara kuantitatif)

4. Konsep SKS
• sistem kredit sistem penyelenggaraan pendidikan peserta didik menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran
• jumlah beban SKS : 120 – 135 SKS dengan cara mengkonversi SKL, Sk, KD ke dalam alokasi beban pembelajaran

5. Rambu penrapaan SKS
• alokasi per 1 sks
• teori : tatap muka 45 ” dan terstruktur + mandiri 25 :
• praktik : bekerja di lab 2 s/d 3 jam

6. STRUKTUR KURIKULUM
• mapel pokok
• mapel pilihan
∘ bebas
∘ paket
‣ program akademik
‣ program profesional/politeknik (non gelar)
7. Pengaturan beban SKS dan mata pelajaran
• semester 1-11 : 20 SKS/SMT
• semester iii – iv : 20 SKS/SMT
• semester v – vi : 20 SKS/SMT

8. Alokasi beban belajar
• lambat : 16 SKS (3,5 – 4 tahun)
• sedang: 20 SKS ( 3 tahun)
• cepat : 24 SKS (2,5 tahun)

9. Sistem pembelajaran
• tatapmuka, terstruktur dan mandiri
• ada program remidial (modul dan paket)
• sistem pindah (moving class) dan pembelajaran berbasis TIK

10. sistem penilaian
• bentuk : tugas. ujian
• kriteria : E-A
• grade/skala : 0-4 ( batas kelulusan : 2)

MOVING CLASS
sistem pembelajarann dimana sisswa mendatangi guru/kelas sebagai konsekuensi dari SKS
konsekuensinya :
penanggung jawab akademik
tim pengembang administrasi berbbasis TIK (bag registrasi dan adm)
tim pengelola moving class